To be honest, saya mungkin agak telat untuk membuat tulisan kedua ini di sini. Memang sih dari awal masih belum ada gambaran dan target nanti situs ini mau saya isi apa, soalnya memang 3 situs yang paling banyak tulisannya pun sudah relatif jarang saya update.

Kalau memang jarang update ngapain bikin web baru?

Ya jawabannya kurang lebih sama dengan yang saya utarakan tempo hari, karena penasaran dengan Ghost, itu driver utamanya. Ghost lebih sederhana, lebih clean back end-nya, dan lebih ringan dari WordPress, ya pastinya saya tertarik.

Menggunakan Ghost - Kembali merasakan bahagianya menulis di blog
Menggunakan Ghost - Kembali merasakan bahagianya menulis di blog

Mungkin dari kesederhanaan yang ditawarkan, akan memudahkan saya untuk lebih sering menulis lagi ke depannya. Dan memang, menulis di Ghost sangat jauh experience-nya dengan menulis menggunakan WordPress, karena secara default tampilan untuk menulis di sini sangat bersih, tak ada sidebar sama sekali, konsentrasi kepada tulisan akan jauh lebih mudah didapatkan dengan tampilan yang seperti ini.

Kemarin saya juga sempat berpikir untuk menjadikan situs ini WPKamt kedua, kalau di sana nulis tentang WordPress di sini nanti banyak mengulas tentang Ghost. Ide yang menarik, bahkan ada sedikit business idea dari konten seperti itu, sayangnya saya masih kurang lama menggunakan dan mengetahui seluk beluk Ghost.

Karena jika mengikuti rencana itu maka akan ada konskwensi untuk ngoprek lagi, bahkan mungkin membuat screencast proses install dan sebagainya, sepertinya itu yang membuat saya enggan untuk nulis di sini.

Kebetulan kemarin saya awalnya menginstall ghost versi 2.15 dan kemudian saya install ulang dengan versi 2.36 atau berapa, saya agak lupa, yang jelas lebih baru. Saat proses ini pun ada pengalaman dan pemahaman baru, bahwa tidak semua Ghost bisa berjalan dengan versi NodeJS yang kita jalankan. Itu saja layak dieksplore, belum lagi mengulas dashboard-nya dan gimana cara menyesuaikan dengan keperluan kita.

Selanjutnya, yang saya pelajari dari Ghost baru dari membaca beberapa konten yang sudah tertulis bawaan begitu selesai install, belum melakukan banyak perubahan lain dan eksplorasi, what's possible, I don't know yet.

Hal seperti bagaimana sebuah tema menampilkan konten, tantang di mana adanya file manager/image gallery dan terlebih seberapa jago Ghost untuk membidik satu keyword masih belum sempat saya tes, padahal itu adalah satu hal yang paling menarik bagi saya.

Nulis konten dakwah dan isu terkini

Sempat juga kemarin lihat status teman di Facebook tentang tanggapan seorang ulama dalam menanggapi satu pertanyaan yang bisa jadi sebuah isu sensitif tentang agama.

Sang ulama memberikan jawaban yang bisa jadi menjadikan dia auto radikal, jika kata-katanya ini disampaikan oleh penceramah lain yang sebelum-sebelumnya sudah diawasi. Memang di negeri ini sedang terjadi fenomena yang mengherankan, sama-sama ulama dan penceramah, berbicara tentang isu yang sama dengan nada dan sikap yang sama bisa saja mendapat perlakuan berbeda karena faktor ormas afiliasinya.

Banyak aktivitas dan kerjaan

Kalau dicari sebuah alasan logis lain dari malasnya eksplore Ghost ini adalah karena memang sedang banyak kerjaan, sampai antri-antri. Di samping itu keikutsertaan saya dalam satu kegiatan juga menjadikan sebagian waktu tersita, ah kok gini banget ya, saya yang awalnya memang lebih menikmati kesendirian dalam produktivitas jadi rindu hari-hari yang begitu lagi, fokus, less people involved in my life.

Nulis setiap hari?

Nah, ini merupakan sebuah ajang baru yang terasa menyenangkan dan menjadikan menulis konten seperti ini jadi nikmat. Rasanya saya kudu kembali seperti dulu, jadi penulis itu kudu latah, kalau ada satu ide terlintas langsung saja buka dashboard, tuliskan ide itu walau hanya draft awal yang tak seberapa. Nanti kalau login lagi dan melihat itu tidak selesai-selesai pasti risih dan berusaha menyelesaikan ide menjadi tulisan :D